Berbahayakah Campak Bagi Si Kecil?

Campak merupakan penyakit yang tak asing lagi bagi para kaum ibu. Penyakit ini rentan menyerang bayi berumur lebih dari 1 tahun dan bayi yang tidak mendapatkan imunisasi.

Campak (Rubeola, Campak 9 hari, Measles) adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit.

Penyakit ini mudah menular dan berpotensi menyebabkan kematian bila ada komplikasi fatal yang biasanya ditemukan pada anak-anak dengan gizi buruk. Namun jika seseorang sudah pernah menderita campak, maka seumur hidupnya dia akan kebal terhadap penyakit ini.

Apa penyebabnya?

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus campak golongan Paramyxovirus. Virus ini sangat menular terutama pada anak anak yang memiliki daya tahan tubuh yang buruk. Penderita bisa menularkan infeksi ini sejak awal masa prodromal, yaitu kurang lebih 4 hari pertama sejak munculnya ruam. Penularan terjadi melalui percikan ludah dari batuk dan bersin yang masuk ke dalam tubuh melalui perantara udara. Kotoran tangan penderita campak juga bisa menularkan virus ini. Masa inkubasinya adalah 10-14 hari sebelum gejala muncul.

Gejala yang ditimbulkan?

Anak-anak yang menderita campak akan mengalami gejala seperti : demam, kecapaian, pilek, batuk, mata yang radang dan merah selama beberapa hari dan diikuti dengan ruam jerawat merah pada muka dan kemudian menyebar ke bagian tubuh. Gejala mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi.
Pada puncak penyakit, anak akan merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu tubuhnya mencapai 40° Celsius. 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita mulai merasa baik dan ruam yang tersisa segera menghilang.

Komplikasi seperti apa yang menyebabkan kematian?

Waspadalah bila terjadi komplikasi pada penyakit ini, karena bisa menyebabkan kematian pada anak yang menderita campak. Komplikasi tersebut seperti : Infeksi telinga bagian tengah, infeksi saluran pernafasan bagian bawah (Bronkhitis), infeksi paru-paru (Pneumonia), radang otak (Encephalitis) serta penurunan jumlah trombosit (Trombositopenia) yang mengakibatkan pendeita mudah memar dan mudah mengalami perdarahan.

Untuk menghindari komplikasi, berilah nutrisi yang cukup pada buah hati Anda. Campak jarang berakibat serius bila anak sehat dan memiliki gizinya yang cukup.

Bagaimana bentuk pengobatannya?

Tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit campak Anak hanya memerlukan istirahat yang cukup dan berbaring di rumah, minimal 10 hari. Selain itu disarankan pula untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi agar kekebalan tubuh meningkat.

Bagaimana cara mencegah penularan?

Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah melakukan Imunisasi (MMR/ Mumps, Measles, Rubella ), yang disuntikkan pada bagian otot paha atau lengan atas. Suntikan pertama diberikan pada usia anak 12-15 bulan, sementara suntikan kedua diberikan saat anak menginjak usia  4-6 tahun.

Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s