UNDANG – UNDANG LALU LINTAS TERBARU

Tinggalkan komentar

Selasa, 01 Pebruari 2011 | 09:14:21 WIB
UNDANG – UNDANG LALU LINTAS TERBARU
Oleh : NTMC Korps Lantas Polri

Jakarta – Mulai Januari 2010, UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009 akan efektif berlaku, menggantikan UU Nomor 14 Tahun 1992. Banyak peraturan baru yang harus dicermati jika tak mau disemprit ketika berkendara. Sebab, hingga saat ini tak sedikit yang tak mengetahui aturan-aturan baru yang diberlakukan UU ini. Sanksi pidana dan denda bagi para pelanggarnya pun tak main-main.
Jika dibandingkan UU yang lama, UU Lalu Lintas yang baru menerapkan sanksi yang lebih berat. Berikut ini beberapa hal yang sebaiknya diketahui oleh para pengguna kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat/lebih:

• Kenakan Helm Standar Nasional Indonesia (SNI)
Jangan lagi kenakan helm batok. Gunakanlah helm SNI. Selain karena alasan keselamatan, menggunakan helm jenis ini sudah menjadi kewajiban seperti diatur dalam Pasal 57 Ayat (2) dan Pasal 106 Ayat (8). Sanksi bagi pelanggar aturan ini, pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Pasal 291). Sanksi yang sama juga akan dikenakan bagi penumpang yang dibonceng dan tidak mengenakan helm SNI.

• Pastikan Perlengkapan Berkendara Komplet
Bagi para pengendara roda empat atau lebih, coba pastikan kelengkapan berkendara Anda. UU Lalu Lintas No 22 Tahun 2009, dalam Pasal 57 Ayat (3) mensyaratkan, perlengkapan sekurang-kurangnya adalah sabuk keselamatan, ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, helm, dan rompi pemantul cahaya bagi pengemudi kendaraan bermotor roda empat/lebih yang tak memiliki rumah-rumah dan perlengkapan P3K. Bagaimana jika tak dipenuhi? Sanksi yang diatur bagi pengendara yang menyalahi ketentuan ini akan dikenakan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000, seperti diatur dalam Pasal 278.

• Tak Punya SIM? Denda Rp 1 Juta
Ketentuan yang satu ini mungkin harus menjadi perhatian lebih. Jika selama ini denda bagi pengendara yang tak punya SIM hanya sekitar Rp 20.000, UU Lalu Lintas yang baru tak mau memberikan toleransi bagi pengendara yang tak mengantongi lisensi berkendara. Sanksi pidana ataupun denda yang diterapkan tak lagi ringan. Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan dan tidak memiliki SIM, akan dipidana dengan pidana kurungan empat bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta (Pasal 281).

• Konsentrasi dalam Berkendara
Pasal 283 UU Lalu Lintas mengatur, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi, dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan kurungan atau denda paling banyak Rp 750.000,-

• Perhatikan Pejalan Kaki dan Pesepeda
Para pengendara, baik roda dua maupun roda empat/lebih, harus mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda. Bagi mereka yang tidak mengindahkan aturan Pasal 106 Ayat (2) ini, dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000,-

Lengkapi kaca spion dan lain-lain

Pengemudi sepeda motor
Diwajibkan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban (diatur Pasal 106 Ayat (3)). Sanksi bagi pelanggarnya diatur Pasal 285 Ayat (1), dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,-

Pengemudi roda empat/lebih
Bagi pengendara roda empat/lebih diwajibkan memenuhi persyaratan teknis yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu tanda batas dimensi badan kendaraan, lampu gandengan, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, kedalaman alur ban, kaca depan, spakbor, bumper, penggandengan, penempelan, dan penghapus kaca. Pasal 285 Ayat (2) mengatur, bagi pelanggarnya akan dikenai sanksi pidana paling lama dua bulan kurungan atau dendan paling banyak Rp 500.000,-

STNK, Jangan Lupa
Setiap bepergian, jangan lupa pastikan surat tanda nomor kendaraan bermotor sudah Anda bawa. Kalau kendaraan baru, jangan lupa membawa surat tanda coba kendaraan bermotor yang ditetapkan Polri. Jika Anda alpa membawanya, sanksi kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 akan dikenakan bagi pelanggarnya (Pasal 288 Ayat (1)).

SIM Harus yang Sah Ya…
Pasal 288 Ayat (2) mengatur, bagi setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dapat menunjukkan SIM yang sah dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan dan/atau denda paling banyak Rp 250.000,-

Pengemudi atau Penumpang Tanpa Sabuk Pengaman, Sanksinya Sama
Ini harus jadi perhatian bagi pengemudi mobil dan penumpangnya. Jangan lupa mengenakan sabuk pengaman selama perjalanan Anda. Selain untuk keselamatan, juga untuk menghindari sanksi pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 seperti diatur dalam Pasal 289.

• Nyalakan Lampu Utama pada Malam Hari
Saat berkendara pada malam hari, pastikan lampu utama kendaraan Anda menyala dengan sempurna. Bagi pengendara yang mengemudikan kendaraannya tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari, dipindana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Pasal 293).

• Wajib Nyalakan Lampu pada Siang Hari
Para pengendara motor yang berkendara pada siang hari diwajibkan menyalakan lampu utama. Sekarang, sudah bukan sosialisasi lagi. Bagi pelanggarnya akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp 100.000,-

Berbelok, Berbalik Arah, Jangan Lupa Lampu Isyarat!
Setiap pengendara yang akan membelok atau berbalik arah, diwajibkan memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan. Jika melanggar ketentuan ini, Pasal 284 mengatur sanksi kurungan paling banyak satu bulan atau denda Rp 250.000,-

• Jangan Sembarangan Pindah Jalur
Para pengemudi yang akan berpindah jalur atau bergerak ke samping, wajib mengamati situasi lalu lintas di depan, samping dan dibelakang kendaraan serta memberikan isyarat. Jika tertangkap melakukan pelanggaran, akan dikenai sanksi paling lama satu bulan kurungan atau denda Rp 250.000 (Pasal 295)

• Stop! Belok kiri tak boleh langsung
Ini salah satu peraturan baru dalam UU Lalu Lintas yang baru. Pasal 112 ayat (3) mengatur, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri. Bunyi pasal tersebut “Pada persimpangan jalan yang dilengkapi dengan alat pemberi isyarat lalu lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh rambu lalu lintas atau pemberi isyarat lalu lintas”.

• Balapan di Jalanan, Denda Rp 3 Juta!
Pengendara bermotor yang balapan di jalan akan dikenai pidana kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 3.000.000 (Pasal 297)

Sesuaikan Jalur dengan Kecepatan
Ketentuan mengenai jalur atau lajur merupakan salah satu ketentuan baru yang dimasukkan dalam UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009, yang diatur dalam Pasal 108. Agar menjadi perhatian, selengkapnya bunyi pasal tersebut adalah :


(1) Dalam berlalu lintas pengguna jalan harus menggunakan jalur jalan sebelah kiri
(2) Penggunaan jalur jalan sebelah kanan hanya dapat dilakukan jika :
a. pengemudi bermaksud akan melewati kendaraan di depannya; atau
b. diperintahkan oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk digunakan sementara sebagai jalur kiri.
(3) Sepeda motor, kendaraan bermotor yang kecepatannya lebih rendah, mobil barang, dan kendaraan tidak bermotor berada pada lajur kiri jalan.
(4) Penggunaan lajur sebelah kanan hanya diperuntukkan bahi kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi, akan membelok kanan, mengubah arah atau mendahului kendaraan lain.

Aturan-aturan baru yang diterapkan di UU Lalu Lintas yang baru ini harus menjadi perhatian bagi para pengendara. Selain demi keselamatan, tentunya juga untuk menghindari merogoh kocek cukup dalam karena ditilang. Sanksi denda yang dikenakan lumayan besar jika dibandingkan dengan UU yang lama

Sumber : NTMC

Peninggalan – peninggalan Rosulullah SAW

1 Komentar

 

 

Gambar disamping ini adalah Foto sisa reruntuhan kamar Rasulullah SAW dan Sayyidah Khadijah.




 



 

 

Gambar yang disamping berikut ini adalah Makam Rasululah SAW.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sedangkan gambar disamping berikut ini adalah Ini adalah Foto reruntuhan Mihrab (tempat Rasulullah SAW biasa melakukan shalat).







 

 

 

Gambar disamping merupakan Pedang Rasulullah SAW.

 

 

 

 

 

 

 

Sedangkan yang disamping ini merupakan pintu makam Rasulullah SAW.

 

 

 

 

 

 

 

 

Yang disamping ini adalah pintu masuk ke kamar Rasulullah SAW.

 

 

 


 

 

 

Yang disamping berikut ini adalah Baju Qamis Rasulullah SAW.

 

 

 

 

 

 

 

Disamping adalah Rambut dan Jenggot Rasulullah SAW.

 

 

 

 

 

 

Disamping ini adalah foto Rumah Nabi SAW dan Sayyidah Khadijah, tempat mereka berdua tinggal selama 28 tahun.

 

 


 

 

 

Tempat tinggal / rumah Rasulullah SAW selama 28 Tahun.

 

 

 

 

 

 

 

 

Disamping merupakan Sandal Rasulullah SAW.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikut ini merupakan Baju, tongkat dan sorban Rasulullah SAW.

 

 

 

 

 

 

 

Di samping ini adalah foto reruntuhan tempat Sayyidah Fatimah , putri kesayangan Rasulullah Saw dilahirkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Disamping ini adalah cetakan telapak kaki RAsulullah SAW.

 

 

 

 

 

 

 

Disamping ini merupakan kunci dari Ka’bah.

 

 

 

 

Demikianlah sebagian peninggalan dari Rasulullah SAW, agar supaya kita mengingat bagaimana Rasulullah SAW menjalani kehidupannya sehari-hari, dan semoga ini bisa manjadi satu titik dimana kita bisa selalu mengingat Beliau dan selalu bersholawat untuknya, semoga kita selalu berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah-nya yang selalu menjadi pedoman baginya dan bagi kita semua.

 

Semoga bermanfaat….

 

 

Setialah Bersamanya!

Tinggalkan komentar

Setelah sekian lama tak berjumpa dengan istri dan anaknya tercinta, Ismail عليهما السلام, kini Nabi Ibrahim عليه السلام mendapatkan kesempatan untuk bertemu keduanya. Tak bisa dibayangkan bagaimana gembiranya beliau ketika itu.

Akan tetapi, tatkala kakinya menginjak kota Mekah, alangkah terkejutnya beliau ketika mendengar bahwa ibu Ismail yang juga istrinya tercinta sudah dahulu dipanggil Rabbnya, sedangkan Ismail yang dahulu ditinggalkan dalam keadaan masih mungil ternyata sudah dewasa dan sudah menikah.

Beliau pun bertanya kepada orang-orang yang ada di Mekah tentang rumah Ismail عليه السلام , akhirnya ditunjukkanlah letak rumah ismail عليه السلام . Maka beliau pun mendatanginya.

Sesampainya di depan pintu, beliau mengucapkan salam. Terdengar jawaban dari dalam rumah dan pintu pun dibuka lalu keluarlah seorang wanita yang ternyata ia adalah isteri Ismail عليه السلام . Nabi Ibrahim عليه السلام bertanya kepadanya tentang Ismail عليه السلام . Ia menjawab bahwa ismail عليه السلام sedang berburu untuk makan sehari-hari keluarga.

Kemudian beliau bertanya tentang kehidupan rumah tangganya sehari-hari. Ia menjawab, “Kami dalam keadaan yang tidak baik, kami hidup susah dan sengsara. “ Istri Ismail عليه السلام berkeluh kesah kepada Nabi Ibrahim عليه السلام . Kemudian beliau pun menitip pesan untuk anaknya, “Kalau datang suamimu, sampaikanlah salam dariku dan katakan kepadanya hendaknya ia mengganti bendul/kayu pintu sebelah bawahnya. “ Beliau pun pamit dan pergi.

Tatkala Ismail pulang dari berburu, ia seperti merasakan ada orang yang berkunjung. Ia pun bertanya kepada istrinya, “Apakah ada orang yang datang ke sini tadi? “ Istrinya menjawab, “Ya, tadi ada orang tua yang ciri-cirinya begini dan begitu, dia bertanya tentangmu, maka aku kabarkan tentang kepergianmu. Kemudian ia bertanya juga tentang kehidupan rumah tangga kita, lalu aku kabarkan kepadanya kalau kita hidup susah dan sengsara. “

Ismail bertanya, “Apakah ia memberikan sesuatu pesan kepadamu?“ ia menjawab, “Ya, ia memintaku untuk menyampaikan salam untukmu kemudian ia berpesan untukmu, ‘gantilah bendul pintumu!’ Ismail kaget lalu berkata, “Itu bapakku, ia memerintahkanku untuk menceraikanmu, kalau begitu kembalilah kamu ke keluargamu. “ Maka ismail pun menceraikannya, lalu ia menikah lagi dengan wanita lain.

Tidak beberapa lama Ibrahim pun berkunjung kembali ke rumah Ismail. Dan kembali, ia tidak menjumpainya. Ia hanya mendapati isterinya di rumah. Ia pun bertanya tentang Ismail. Perempuan itu menjawab, “Ia sedang keluar berburu untuk makan sehari-hari keluarga “ Kemudian beliau bertanya, “Bagaimana keadaan kalian? “

Perempuan itu menjawab, “Kehidupan kami sehari-hari baik dan lapang.“ Wanita itu memuji Allah lalu menceritakan tentang kehidupan rumah tangga yang ia jalani dengan lancar. Setelah mendengar penuturannya, Nabi Ibrahim berkata kepadanya, “Kalau datang suamimu, sampaikanlah salam dariku untuknya dan mintalah dia untuk mempertahankan bendul pintunya. “

Tatkala Ismail pulang dari berburu, ia merasakan seperti kejadian sebelumnya. Seperti ada orang yang berkunjung ke rumahnya. Ia pun bertanya kepada istrinya, “Apakah ada orang yang datang ke sini tadi?“ Istrinya menjawab, “Ya, tadi ada orang tua yang penampilannya baik-istrinya memuji orang itu- , ia bertanya tentangmu, maka aku kabarkan tentang kepergianmu. Kemudian ia bertanya juga tentang kehidupan rumah tangga kita sehari-hari, lalu aku kabarkan kepadanya kalau kehidupan kita baik-baik saja. “

Ismail bertanya, “Apakah ia memberikan sesuatu pesan kepadamu?“Ia menjawab, “Ya, ia menyampaikan salam untukmu dan memerintahkanmu untuk mempertahankan bendul pintumu.’ Ismail kaget lalu berkata, “Itu bapakku,yang ia maksudkan bendul itu adalah kamu, ia memerintahkanku untuk mempertahankanmu. “ Ini sepenggal kisah dari hadits yang panjang riwayat Bukhari no: 3364

Dalam kisah di atas terdapat pelajaran tentang dua wanita berbeda dalam satu keadaan. Mereka sama-sama memiliki suami yang baik, sama-sama prihatin dan sama-sama ‘menderita’ dalam kehidupan rumah tangga mereka. Akan tetapi yang satu merasa sengsara dan berkeluh kesah tentang kehidupan yang ia jalani sedangkan yang satu lagi merasa bahagia dan bersyukur atas kehidupan yang ia jalani. Tidak syak lagi, ini menunjukkan perbedaan kualitas antara keduanya.

Laki-laki yang saleh tentu lebih pantas untuk mendapatkan wanita yang salehah, dan wanita salehah lebih pantas pula untuk mendapatkan laki-laki yang saleh. Nabi Ismail adalah seorang nabi yang tentu saja lebih dari sekedar orang yang saleh semata. Karena itu, tidaklah salah kalau Nabi Ibrahim menginginkan pula orang yang mendampingi anaknya adalah wanita yang lebih dari sekedar salehah saja.

Dari arahan Nabi Ibrahim kepada anaknya Ismail untuk menceraikan istrinya yang satu dan mempertahankan istri yang lain, bisa dipahami bahwa wanita yang memiliki sifat istimewa seperti itu adalah wanita yang mampu bertahan hidup bersama pasangannya dalam keadaan apapun, ia siap menerima suaminya, baik dalam suka maupun duka. Ia bersyukur tatkala kehidupan rumah tangganya sejahtera dan bersabar tatkala kehidupan rumah tangganya diguncang duka dan nestapa. Istri yang seperti itulah yang memiliki point lebih, melebihi sekedar salehah saja.

Lantas apakah haram dan berdosa besar serta dijamin masuk neraka bila seorang istri meminta cerai kepada suaminya karena tak kuat dengan kehidupan rumah tangga yang “susah dan sengsara” ? Tentu saja tidak. Secara syariat dibolehkan, karena itu hak seorang istri. Akan tetapi ditinjau secara adab dan akhlak, yang lebih afdhal dan lebih mulia adalah tetap bersabar bersama suami dalam keadaan apapun.

Demikian yang disampaikan seorang dosen beberapa waktu lalu dalam pelajaran fiqh, tatkala membahas tentang hak pisah dari seorang istri tatkala mendapati kesulitan nafkah dari suaminya.

Jadi, yang lebih utama bagi seorang istri tetap mendampingi suami dalam keadaan apapun, suka maupun duka. Dan itulah yang dipraktekkan oleh istri Nabi Ismail di atas. Dan itu pula yang dipraktekkan oleh wanita-wanita terbaik dan istimewa dari umat ini.

Cobalah kembali mengingat ibunda kita, Khodijah binti Khuwailid, salah seorang istri nabi yang salehah, pemilik rumah yang terbuat dari mutiara di surga. Ia adalah saudagar kaya yang tumbuh dari keluarga yang kaya raya dan terpandang. ia pendamping dan penyokong utama bagi dakwah suaminya, baik dari fisik maupun non fisik. Tak terhitung berapa banyak jasa yang telah ia curahkan untuk islam.

Ketika Quraisy melakukan embargo ekonomi terhadap bani Hasyim, kabilah Nabi, dan sahabat-sahabatnya dalam rangka menghentikan dan melumpuhkan dakwah Islam,amat menderitalah muslimin ketika itu. Sebab, akibat embargo itu otomatis mereka tak bisa membeli dan berdagang dengan seorang pun untuk mendapatkan makanan. Karenanya, terjadilah bencana kelaparan yang mengerikan menimpa keluarga Rasulullah dan para sahabatnya.

Disebutkan dalam Arrahiqulmakhtum, ketika masa-masa embargo itu diberlakukan, karena tak adanya makanan yang bisa dimakan membuat sebagian para sahabat nabi memakan daun-daunan dan ranting pohon, bayi-bayi setiap hari menangis kelaparan dan banyak wanita yang jatuh sakit. Dan tragedi ini tentu saja dirasakan pula oleh keluarga Rasulullah, termasuk diantaranya Khodijah.

Dengan statusnya yang sebelumnya saudagar kaya yang memiliki harta berlimpah dan serba berkecukupan, tiba-tiba harus menjadi seorang wanita yang kelaparan hanya karena semata-mata mendampingi suaminya dalam menyampaikan risalah ilahi. Tapi perhatikanlah bagaimana ketegarannya. Ia tetap tegar dan setia mendampingi suami tercinta. Sampai akhirnya, tatkala efek dari embargo itu kian dahsyat, ia pun jatuh sakit. Lalu kondisi fisiknya melemah dan terus melemah hingga akhirnya..ia pun meninggal di hadapan suaminya tercinta dalam keadaan setia menyertainya. Semoga Allah meridhainya…

Kemudian wanita istimewa selanjutnya adalah ibunda kita, ‘Aisyah binti Abi Bakr Ash-Shiddiq, istri nabi tercinta. Kesetiaannya mendampingi Rasulullah telah tertoreh dalam lembaran sejarah umat ini. Memberikan jejak emas untuk orang-orang setelahnya, mereka terpaku, sejenak menjadi saksi kemudian turut mendoakan kebaikan untuknya.

Ia setia mendampingi beliau walaupun dua bulan penuh dapurnya tidak berasap. Tidaklah ia dan suaminya tercinta ketika itu memakan melainkan hanya kurma dan air serta susu yang kadang diberikan tetangga. (HR. Bukhari: 2567 dan Muslim: 2972)

Ia setia mendampingi suaminya walaupun ia sendiri berkata, “Keluarga Muhammad صلى الله عليه وسلم tidak pernah kenyang dari roti gandum selama dua hari berturut-turut sampai beliau meninggal. “ (HR. Bukhari: 5416 dan Muslim: 2970)

Ia setia di sisi suaminya hingga akhir hayatnya meskipun katanya, “Rasulullah wafat dalam keadaan baju perangnya masih tergadaikan pada orang Yahudi. “(HR. Bukhari: 2916 dan Muslim: 1603)

Ia setia di sisinya sampai mengantarkannya menuju rahmat-Nya meskipun katanya, “Rasulullah wafat sedangkan tidak ada di rumahku sesuatu pun yang bisa dimakan oleh satu makhluk apa pun kecuali hanya sedikit gandum yang ada di laci lemariku. “ (HR.Bukhari: 3097 Muslim: 2973)

Masih banyak lagi wanita-wanita istimewa yang mengajarkan tentang kesetiaan luar biasa seorang istri kepada suaminya. Dan itulah sebenarnya buah dari cinta sejati. Tak pernah lekang oleh perubahan zaman dan kondisi, sebab ia dibangun di atas kecintaan fillah wa lilllah (di jalan Allah dan karena Allah). Meskipun dan bagaimanapun keadaan pasangannya, ia tetap setia mendampingi selama ia masih dalam ketaatan kepada Allah.

Keadaan mereka sangat jauh dari ungkapan “ada uang abang disayang, tak ada uang abang ditendang. “ yang ada di kepala mereka justru, “Ada uang atau tidak, abang tetap kusayang karena Allah, hingga nyawaku melayang!”

Jakarta, 9 Dzulhijjah 1431/15 November 2010

Sumber : anungumar.wordpress.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.